Storytelling Sebagai Media Komunikasi Edukatif: Pelatihan Guru TK dalam Meningkatkan Daya Tangkap Anak di RA Tebuireng
DOI:
https://doi.org/10.51510/passa.v3i2.2852Keywords:
Storytelling, Daya Tangkap Anak, guru, PAUDAbstract
Kegiatan pengabdian ini dialatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan anak-anak dalam menyimak pembelajaran di RA Tebuireng. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan storytelling sebagai media komunikasi edukatif guna memperkuat daya tangkap dan fokus belajar anak usia dini. Lokasi kegiatan pengabdian dilaksanakan di RA Tebuireng, Kota Medan. Sasaran utama dalam pengabdian ini adalah para Guru RA Tebuireng berjumlah 12 orang (1 orang kepala Sekolah, 12 Guru PAUD dan Kelas Inklusi) yang berperan langsung dalam proses pembelajaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknik bercerita (intonasi suara, ekspresi, gestur, dan penggunaan media visual), praktik langsung, serta pendampingan implementasi di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu memahami konsep storytelling, mengembangkan media cerita sederhana, serta mengimplementasikannya dalam pembelajaran, yang terbukti meningkatkan keterlibatan anak, kemampuan menyimak, serta menjadikan proses belajar lebih menarik, komunikatif, dan bermakna. Selain itu, kegiatan ini mendorong kreativitas guru dalam menyampaikan materi sekaligus membangun interaksi positif dengan peserta didik, sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan humanis di RA Tebuireng. Program ini direkomendasikan untuk dikembangkan melalui pendampingan lanjutan, penyusunan modul cerita, dan replikasi ke lembaga PAUD lainnya agar manfaatnya dapat menjangkau lebih luas.
Kata Kunci : storrytelling; daya tangkap anak; guru; PAUD


