PKM Pelatihan Simulasi Listrik Menggunakan Proteus di SMK Markus 2 Medan Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.51510/passa.v3i2.2807Keywords:
simulasi, rangkaian listrik, proteus, SMKAbstract
Latar belakang permasalahan SMK Markus 2 Medan yang ditemukan adalah kurang tertariknya para siswa mempelajari kelistrikan karena kurangnya kemampuan guru membuat simulasi rangkaian elektronika serta keterbatasan jumlah infokus. Tujuan kegiatan tim pengabdian Politeknik Negeri Medan di SMK Markus 2 Medan untuk mentransfer pengetahuan menggunakan Proteus membuat simulasi rangkaian elektronika agar para guru dan siswa memiliki pengetahuan dalam membuat simulasi rangkaian dan menambah infokus di sekolah. Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan selama 2 hari di SMK Markus 2 dengan menggunakan 20 buah perangkat komputer dengan peserta sebanyak 20 orang terdiri dari guru dan perwakilan siswa dari kelas Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan kelas Audio Video di SMK Markus 2 Medan Sumatera Utara. Pada hari pertama, tim pengabdian pada masyarakat menyebarkan kuisioner pada peserta sebelum pelatihan dimulai serta menjelaskan dan membimbing peserta mengoperasikan software Proteus untuk membuat simulasi meliputi pengenalan Proteus, pemahaman fungsi dan menu serta pembuatan simulasi dasar. Pada hari kedua tim membuat simulasi lanjut yang meliputi materi rangkaian listrik kendaraan sepeda motor dan rangkaian lampu berjalan serta menyebarkan kuisioner yang isinya sama dengan yang disebarkan hari pertama pada peserta. Dari hasil kuisioner yang disebarkan dapat dilihat bahwa para peserta mengalami peningkatan dalam katagori baik dalam pengenalan software simulasi proteus dari 0% menjadi 100%, pemahaman lembar kerja proteus untuk simulasi listrik dari 0% menjadi 60%, penggunaan proteus untuk simulasi listrik 0% menjadi 50%. Partisipasi mitra SMK Markus 2 Medan dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan ini sangat antusias dengan mendirikan plang, mempersiapkan ruang praktek komputer sebagai tempat kegiatan pelatihan ini serta berperan aktif sebagai peserta. Setelah selesai kegiatan tim pengabdian menyerahkan proyektor sebagai tanda mata menambah proyektor yang ada dalam menunjang pembelajaran di sekolah.


