Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Peternakan Sebagai Pupuk Kompos

Authors

  • Bernadetta Anita Jerry Simbolon
  • Ernie Shinta Yosephine Sitanggang Politeknik Negeri Medan
  • Darwin S.H. Damanik Politeknik Negeri Medan
  • Heddy Heddy Politeknik Negeri Medan
  • Dameria Naibaho Politeknik Negeri Medan

Keywords:

Limbah Pertanian, Limbah Peternakan, Pupuk Kompos, Mesin Pencacah, Penyuluhan

Abstract

Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah Program Pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan untuk membantu masyarakat yang sangat membutuhkan. Para ibu yang tergabung dalam wadah Wanita Katolik Ranting 4 Suka Maju, merupakan masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi. Dengan kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi mitra. Adapun tujuan kegiatan ini adalah hendak melaksanakan pengabdian masyarakat kepada para ibu yang tergabung dalam Wanita Katolik Ranting 4 Suka Maju, Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Selayang dengan mengadakan penyuluhan dan pembuatan pupuk kompos yang dibimbing langsung oleh narasumber di bidang pertaniam. Adapun kegunaan pupuk kompos bisa sebagai pengganti pupuk kimia yang harganya jauh lebih mahal dan sering langka di pasar, sehingga limbah pertanian dan peternakan yang selama ini sebagai bahan buangan itu tidak lagi menjadi limbah yang mencemari lingkungan. Juga pupuk kompos bisa dijual menjadi sumber pendapatan bagi kas perkumpulan, sehingga para ibu di Wanita Katolik Ranting 4 Suka Maju diharapkan menjadi produktif secara ekonomi. Pada kegiatan ini, TIM PKM menyerahkan satu unit mesin pencacah limbah pertanian kepada mitra, untuk memudahkan mitra memproses pembuatan kompos. Diharapkan mitra dapat memanfaatkan pengetahuan yang diberikan dan menggunkan mesin pencacah dengan baik.

PKM is a community service program aimed at helping communities in need.  Women who are members of the Wanita Katolik Ranting 4 Suka Maju are people who are not economically productive.  With this PKM activity, it is hoped that it can provide benefits for partners.  The purpose of this activity is to carry out community service to women who are members of Wanita Katolik Ranting 4 Suka Maju, Tanjung Selamat, Medan Selayang Subdistrict by holding counseling and making compost which is directly guided by resource persons in the agricultural sector.  The use of compost can be used as a substitute for chemical fertilizers, which are much more expensive and are often scarce in the market, so that agricultural and livestock waste that has been used as a waste material will no longer be a waste that pollutes the environment.  Also, compost can be sold as a source of income for the association's treasury, so the Wanita Katolik Ranting 4 Suka Maju are expected to be economically productive.  In this activity, the PKM TEAM handed over a unit of the agricultural waste chopper to partners, to make it easier for partners to process compost making.  It is hoped that partners can take advantage of the knowledge provided and use the enumerator well.

References

Firmansyah, M. A. (2010). Teknik Pembuatan Kompos, Artikel, dalam Pelatihan Petani Plasma Kelapa Sawit di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, (5 Oktober 2010).
Nurhayati, Ali, J., & Rizqi, S. . (2011). Potensi Limbah Pertanian Sebagai Pupuk Organik Lokal di Lahan Kering Dataran Rendah Iklim Basah. Iptek Tanaman Pangan, 6(2), 193–202.
Rahmawanti, N., & Dony, N. (2014). Pembuatan Pupuk Organik Berbahan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Penambahan Aktivator EM4 di Daerah Kayu Tangi. ZIRAA’AH, 39(1), 1–7.
Sutanto, R. (2002). Penerapan Pertanian Organik, Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Penerbit Kanisius. Yokyakarta.

Downloads

Published

2021-11-30

How to Cite

Simbolon, B. A. J., Sitanggang, E. S. Y., Damanik, D. S. ., Heddy, H., & Naibaho, D. . (2021). Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Peternakan Sebagai Pupuk Kompos . Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya), 2(2), 125–131. Retrieved from https://ojs.polmed.ac.id/index.php/Madiya/article/view/707

Most read articles by the same author(s)