TINJAUAN KUAT TEKAN DAN LENTUR DARI CAMPURAN BETON YANG MENGGUNAKAN ABU BONGGOL JAGUNG SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS

Main Article Content

Muhammad Abdullah Nasution
Khairiah Wilda
Ernie Shinta Y Sitanggang

Abstract

ABSTRAK
Dalam beberapa tahun terakhir inovasi dan rancangan bahan pembentuk beton semakin banyak dan beragam. Konstruksi yang memanfaatkan beton sebagai bahan utama nya semakin beragam, salah satunya adalah perkerasan kaku (Rigid Pavement) pada konstruksi jalan nasional maupun jalan tol, karena beberapa
keunggulannya. Salah satu solusi untuk membuat beton yang ramah lingkungan dan hemat adalah dengan mencoba memanfaatkan bahan tambah dari material-material sisa (limbah) yang mengandung bahan-bahan pembentuk beton. Limbah abu bonggol jagung dengan kadar kandungan Silika Oksida SiO mencapai 66,38 %, membuat bahan tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan penyusun dari beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu bonggol jagung terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton. Beton dengan mutu f’c 25 dengan perbandingan limbah abu bonggol jagung sebanyak 0%, 2%, 4%, 8%, dan 10% dari berat agregat halus. Pengujian sampel pada umur 28 hari, dengan benda uji silinder untuk mengetahui kuat kuat tekan beton serta benda uji balok untuk mengetahui kuat lentur beton. Berdasarkan hasil dari penelitian diperoleh kuat tekan beton yang sesuai dengan rencana f’c 25 MPa adalah beton dengan variasi 0% dengan nilai 28,80 MPa, 2% dengan nilai 31,23 MPa, dan persen paling optimum yaitu variasi 4% dengan
nilai 33,16 MPa untuk beton dengan pemanfaatan abu bonggol jagung sebagai pengganti agregat halus. Hasil pengujian kuat lentur beton dengan variasi 0% menghasilkan nilai sebesar 3,67 MPa, dan mengalami peningkatan pada variasi 2% dengan nilai sebesar 3,80 MPa, penurunan terjadi dengan seiring bertambahnya jumlah persen dari variasi sehingga penggunaan abu bonggol jagung pada penelitian ini belum efektif dalam pengujian kuat lentur. Hubungan antara kuat tekan dan kuat lentur terhadap penambahan abu bonggol jagung menunjukkan adanya keterkaitan dengan menggunakan analisa polynomial dan nilai R2 mendekati 1.

Article Details

Section
Teknik Sipil